JUJUN SURIASUMANTRI FILSAFAT ILMU PDF

DOWNLOAD FILSAFAT ILMU SEBUAH PENGANTAR POPULER JUJUN S SURIASUMANTRI. Page 1. Page 2. Gone for You (Wild Side, #1) – Healing Power. DOWNLOAD FILSAFAT ILMU SEBUAH PENGANTAR POPULER JUJUN S SURIASUMANTRI filsafat ilmu sebuah pengantar pdf. Administrasi Publik. Filsafat ilmu – sebuah pengantar populer – Jujun S. Suriasumantri. Andrea Irawan . Uploaded by. Andrea Irawan. Sorry, this document isn’t available for viewing.

Author: Nakora Meztirisar
Country: Guadeloupe
Language: English (Spanish)
Genre: Spiritual
Published (Last): 3 March 2006
Pages: 15
PDF File Size: 17.32 Mb
ePub File Size: 16.89 Mb
ISBN: 608-5-97497-361-3
Downloads: 31515
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Goltigami

Resume Filsafat Ilmu Jujun S. Published on Aug View 1. Buku ini terdiri dari sepuluh bab dengan halaman, cetakan keempat belas tahun Adapun mengenai sistematika dan kerangka penulisan buku ini sebagai berikut: Daftar Isi Kata Pengantar oleh: Hakikat Apa yang dikaji 5. Beberapa Asumsi dalam Ilmu 9. Cara Mendapatkan Pengetahuan yang Benar Jarum Sejarah Pengetahuan Sarana Berpikir Ilmiah Nilai Kegunaan Ilmu Ilmu dan Moral Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan Nuklir dan Pilihan Moral Manusia dan Kebudayaan Ilmu dan Pengembangan Kebudayaan Nasional Ilmu, Ilmu Pengetahuan atau Sains?

Struktur Penelitian dan Penulisan Ilmiah Teknik Penulisan Ilmiah Teknik Notasi Ilmiah X Penutup Fokus utama dari pembahasan buku ini adalah tema pokok yang hidup di sekitar masyarakat keilmuan, patokan-patokan dasar yang diterima oleh sebagian besar masyarakat keilmuan. Tujuan utama dari pengkajian dalam buku ini adalah untuk mengenal alur-alur berpikir dalam kegiatan keilmuan dan mencoba menerapkannya kepada masalah-masalah praktis dalam kehidupan, seperti usaha peningkatan penalaran, permasalahan moral dalam kegiatan keilmuan, kaitan ilmu dengan kebudayaan, perkembangan bahasa nasional, penerapan asas-asas keilmuan dalam kegiatan penelitian dan pembahasan tentang penulisan ilmiah.

Pengetahuan kefilsafatan secara pragmatis ditujukan untuk kemampuan mendiagnosis persoalan dan mencari alternatif pemecahan. Diharapkan dengan adanya buku ini, cakrawala keilmuan dapat turut memperkaya jiwa pemuda dan mengantar ke alam kedewasaan.

I Ke Arah Pemikiran Filsafat 1. Ilmu dan Filsafat Karakter berpikir filsafat: Pemikiran filsafat ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu-ilmu yang lain, moral, seni, tujuan hidup. Jadi, tidak hanya pada periferis kulit saja, tetapi sampai tembus ke dalamnya.

Jadi, jhjun filsafat dalam hal ini menyiapkan dasar-dasar yang dapat diandalkan bagi wilayah pengetahuan yang baru. Peneretas Pengetahuan Filsafat menurut Will Filsafaat ibarat pasukan marinir yang merebut pantai untuk filsafst pasukan infanteri. Filsafat menyerahkan daerah yang sudah dimenangkannya kepada ilmu-ilmu lain dan kembali menjelajah laut lepas; berpsekulasi dan meneratas. Semua ilmu, baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, bertolak dari pengembangannya bermula sebagai filsafat nama asal fisika: Dalam perkembangan filsafat sebagai ilmu, maka terdapat taraf peralihan yang membuat bidang2filsafat menjadi lebih sempit, tidak lagi menyeluruh, tetapi sektoral moral berkembang menjadi ilmu ekonomi.

Walaupun demikian, dalam taraf ini secara konseptual ilmu masih mendasarkan kepada norma-norma filsafat ekonomi masih merupakan penerapan etika dalam kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Metode yang digunakan adalah normatif dan deduktif berdasarkan asas-asas moral yang bersifat filsafat.

Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer by Jujun S. Suriasumantri (2 star ratings)

Pada tahap selanjutnya ilmu menyatakan dirinya otonom dari konsep-konsep filsafat dan mendasarkan sepenuhnya kepada hakekat alamiah sebagaimana adanya. Dalam menyusun pengetahuan tentang alam dan isinya ini, maka manusia tidak lagi mempergunakan metode yang bersifat normatif dan deduktif, melainkan kombinasi secara deduktif dan induktif dengan jembatan yang berupa pengajuan hipotesis metode logico-hypotetico-verifikatif.

Auguste Comte membagi tiga tingkat tahap perkembangan pengetahuan tersebut di atas ke dalam tahap religius, metafisik, dan positif. Pada tahap pertama, asas religiuslah yang dijadikan postulat ilmiah, sehingga ilmu merupakan deduksi atau penjembatan dari ajaran religi. Pada tahap kedua, orang mulai berspekulasi tentang metafisika keberadaan wujud yang menjadi objek penelaahan yang bebas dari dogma religi dan mengembangkan sistem pengetahuan di atas dasar postulat metafisik tersebut.

  ANNA KARENINA PEVEAR AND VOLOKHONSKY PDF

Sedangkan tahap ketiga adalah tahap pengetahuan ilmiah, asas-asas ilmu yang dipergunakan diuji secara positif dalam proses verifikasi yang objektif.

Bidang Telaah Filsafat Selaras dengan dasarnya yang spekulatif, maka dia filsafat menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. Sebagaimana fungsinya sebagai pionir mempermasalahkan hal-hal pokok: Cabang-cabang Filsafat Pokok permasalahan yang dikaji dalam filsafat mencakup tiga segi, benar-salah logikabaik-buruk etikaindah-jelek estetika.

Ketiganya bertambah lagi yakni teori tentang ada terangkum dalam ilmu metafisika dan politik. Kelima cabang utama itu kemudian bertambah lagi menjadi cabang-cabang filsafat yang memiliki kajian yang lebih spesifik, yakni epsitimologi filsafat pengetahuanetika filsafat moralestetika filsafat senimetafisika, politik filsafat pemerintahanfilsafat agama, filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat matematika.

Filsafat Ilmu Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan yang secara spesifik mengkaji hakekat ilmu pengetahuan ilmiah. Ilmu berbeda dari pengetahuan-pengetahuan secara filsafat. Akan tetapi, tidak terdapat perbedaan prinsipil antara ilmu alam dengan ilmu sosial-memiliki ciri keilmun yang sama. Jadi, secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu alam dengan ilmu sosial.

Akan tetapi, karena permasalahan teknis khusus, maka filsafat ilmu ini sering dibagi menjadi filsafat ilmu alam dan filsafat ilmu sosial. Pembagian ini lebih merupakan pembatasan masing-masing bidang telaahnya dan tidak mencirikan cabang filsafat yang bersifat otonom.

Semua pengetahuan ilmu, seni, pengetahuan apa saja pada dasarnya memiliki ketiga landasan ini. Yang berbeda adalah materi perwujudan dan sejauh mana lanadasan-landaan dari ketiga aspek ini dikembangkan dan dilaksanakan. Dari sinilah penyebutan ilmu sebagi pengetahuan yang aspek ontologis, epistimologis, dan aksiologisnya3lebih berkembang dari pengetahuan-pengetahuan lain dan dilaksanakan secara konsekuen dan penuh disiplin. Jadi, pengertian ilmu sebagai disiplin yakni pengetahuan yang mengembangkan dan melaksanakan aturan-aturan mainnya dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.

Dari sini diharapkan dapat memanfaatkan kegunaan pengetahuan dan ilmu secara maksimal dan tidak salah dalam menggunakannya ilmu dikacaukan dengan seni, ilmu dikonfrontasikan dengan agamasehingga menimbulkan konfrontasi yang menyedihkan.

Kerangka Pengkajian Buku Buku ini mengulas beberapa persoalan pokok yang seharusnya diketahui pada tahap elementer. Pembahasan ini ditujukan bagi orang awam yang ingin mengetahui aspek kefilsafatan dari bidang keilmuan dan bukan ditujukan kepada mereka yang menjadikan ilmu sebagai satu bidang keahlian.

Pada dasarnya buku ini mencoba membahas aspek ontologis, epistimologis, dan aksiologis keilmuan sambil membandingkan dengan beberapa pengetahuan lain. Dalam kaitan-kaitan ini akan dikaji hakekat beberapa sarana berpikir ilmiah, yakni bahasa, logika, matematika, dan statistik.

Setelah itu dibahas beberapa aspek yang berkaitan erat dengan kegiatan keilmuan seperti aspek moral, sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

Akhir buku ini ditutup dengan pembahasan struktur penelitian dan penulisan ilmiah dengan harapan agar dapat membantu mereka yang berkarya dalam bidang keilmuan. Tujuan utama dari buku yang bersifat pengantar ini bukan pendalaman yang bersifat teknis, melainkan pengenalan menyeluruh. Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh penerbitan buku ini ialah agar masyarakat tergerak hatinya untuk mencintai suriasumzntri dari yang terlihat angker menjadi santai dan menyenangkan.

Materi filsafat ilmu yang terkandung dalam buku ini merupakan kompromi ekletik dari berbagai aliran yang hidup dalam pemikiran filsafat. Titik berat pembahasan diletakkan pada kesamaan dan bukan pada perbedaannya. Tema pokok dari filsafat suriasumantrj yang ingin dikemukakan dalam buku ini dan bukan variasi-variasi yang berkembang sekitar tema pokok tersebut.

  HAMZIYA BUSIRI PDF

II Dasar-dasar Pengetahuan 2. Penalaran Manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekadar memenuhi kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya.

Pengetahuan ini jugalah yang mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi ini. Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama. Pertama, karena manusia memiliki bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua, manusia memiliki penalaran yang mampu berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Perbedaan antara manusia dengan binatang adalah manusia mampu berpikir nalar sedangkan binatang mampu berpikir saja, tetapi tidak mampu berpikir nalar.

Hakekat Penalaran Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik suatu simpulan yang berupa pengetahuan.

Filsafat ilmu : sebuah pengantar populer / Jujun S. Suriasumantri

Berpikir itu sendiri merupakan kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada penalaran.

Ciri penalaran yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Artinya penalaran adalah suatu kegiatan berpikir yang menyandarkan diri kepada suatu analisis dan kerangka berpikir yang dipergunakan untuk analisis tersebut adalah logika penalaran yang bersangkutan. Sifat analitik itu sendiri merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. Adapun penalaran lainnya mempergunakan logikanya sendiri. Selain itu, tidak semua berpikir bersifat logis dan analisis.

Print Version

Penalaran berbeda dengan perasaan dan intuisi. Perasaan merupakan suatu penarikan simpulan yang tidak berdasarkan penalaran. Intuisi adalah kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran, nonanalitik yang tidak berdasarkan pada suatu pola berpikir tertentu. Jadi, secara luas dapat dikatakan bahwa cara berpikir masyarakat dapat dikategorikan kepada cara berpikir analitik yang berupa penalaran dan cara berpikir nonanalitik yang berupa perasaan dan intuisi.

Logika Illmu secara luas dapat didefinisikan sebagai pengkajian untuk berpikir secara shahih. Terdapat cara penarikan simpulan. Agar sesuai dengan tujuan studi yang memusatkan diri kepada penalaran ilmiah, kita akan melakukan penelaahan yang seksama hanya terdapat suirasumantri jenis cara penarikan simpulan, yakni logika induktif hal khusus ke hal umum dari berbagai kasus yang bersifat individual dan logika deduktif hal umum ke hal khusus.

Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang memiliki ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.

Keuntungan dari simpulan penalaran ini; pertama, pernyataan yang bersifat umum tersebut memiliki sifat ekonomis. Kehidupan yang beraneka ragam dapat direduksi menjadi beberapa pernyataan, pengetahuan.

Pengetahuan itu sendiri adalah esensi dari fakta-fakta kehidupan yang beraneka ragam tersebut.

Dalam pernyataan mengenai fakta yang dipaparkan, pengetahuan tidak bermaksud membuat reproduksi dari objek tertentu, melainkan menekankan pada struktur dasar yang menyangga wujud fakta tersebut. Pernyataan bagaimanapun lengkap dan cermatnya- tidak tidak dapat memproduksikan betapa manisnya kopi dan pahitnya pil kina.

Pengetahuan cukup puas denga pernyataan jujjun yang bersifat kategoris bahwa kopi itu manis dan pil kina pahit. Pernyataan ini sudah cukup bagi manusia untuk bersifat fungsional dalam kehidupan praktis dan berpikir teoretis.